Description
Selama ini ada sebagian pihak yang secara keliru memandang metode belajar kitab kuning adalah metode yang ketinggalan zaman yang pasif dan tidak bisa untuk mengembangkan aspek kognitif santri secara maksimal. Namun dalam kenyataannya, banyak santri-santri pesantren yang memiliki kiprah lebih luas baik itu di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Buku ini mampu menampilkan kekhasan tersendiri dibandingkan buku yang lain tentang pesantren. Setidaknya, pembaca dapat membuka sendiri kitab yang dikaji di pesantren yang dipaparkan buku ini, serta adanya metodologi pembelajaran dan keunikannya.
Buku ini menggali lebih dalam bagaimana tradisi pengajaran kitab kuning ini berlangsung di Pesantren As-Shuffah, sebuah lembaga yang mempertahankan autentisitas pesantren tradisional dalam merespons tantangan zaman. Buku ini istimewa karena ditulis langsung menggunakan pendekatan autoetnografi oleh Kiai Ubaidillah, sehingga perspektif di dalamnya kaya dengan pengalaman ref lektif sejak beliau menjadi santri hingga mengabdikan diri sebagai kiai. Buku ini akan membawa pembaca pada perjalanan intelektual dan spiritual penuh hikmah dari kitab-kitab turas yang tidak hanya relevan dengan dunia pesantren, tetapi juga dengan kebutuhan masyarakat modern yang semakin kompleks. Selamat membaca.










There are no reviews yet.