STRATEGI GURU AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK Teori dan Aplikasi dalam Kurikulum Merdeka

  • Fast Shipping

    Receive products in amazing time
  • Easy Returns

    Return policy that lets you shop at ease
  • Always Authentic

    We only sell 100% authentic products
  • Secure Shopping

    Your data is always protected

Rp128.000

Description

Dalam konteks kehidupan bernegara, pembukaan UUD 1945 telah mengamanatkan bahwa manusia Indonesia adalah manusia yang berketuhanan dan hidup dalam suasana kemanusiaan, kemasyarakatan, dan kebersamaan yang demokratis. Amanat ini, secara spesifik dijabarkan dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 3 yang mengamanatkan bahwa tujuan pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak atau karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Oleh sebab itu, maka pendidikan diharapkan mampu menginternalisasikan nilai-nilai budaya ke dalam diri tiap individu ataupun masyarakat yang kemudian menjadikannya individu pada taraf human serta menjadi anggota masyarakat yang beradab. Taraf human di sini merujuk pada sebuah proses di mana pendidikan dapat mengangkat derajat manusia menjadi lebih bermoral, bermartabat, memiliki karakter yang baik, memiliki nilai-nilai ( values ) yang dianut, dan tentunya menjadi manusia sempurna (insan kamil). Sehingga tercapai tujuan pendidikan itu sendiri yaitu menciptakan manusia sempurna seutuhnya. Pendidikan seharusnya tidak dijadikan sebagai sarana untuk memindahkan informasi atau ilmu pengetahuan dari guru ke peserta didik semata, tetapi harus lebih dari itu. Seharusnya pendidikan mencakup dimensi-dimensi dasar kemanusiaan. Adapun upaya untuk mencapai ssiwa yang memiliki karakter adalam dengan mengimplemantasikanya dalam pembelajaran melalui kurikulum yang disusun dan ditetapkan oleh pemerintah yakni kurikulum merdeka belajar. Merdeka belajar merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum Merdeka diterapkan dengan tujuan untuk melatih kemerdekaan dalam berpikir peserta didik. Inti paling penting dari kemerdekaan berpikir ditujukan kepada guru.
Buku ini hadir sebagai bentuk upaya Penanaman nilai-nilai karakter dalam pembelajaran pendidikan agama Islam yang dibingkai dalam kurikulum merdeka belajar. Selain itu dalam buku ini pembaca akan disuguhkan dengan modul ajar pendidikan berkarakter dan desain modul ajar berkarakter dalam kurikulum merdeka dan penegasan bagi pelaku, buku ini akan menjelaskan secara jelas dan gamblang tentang pendidikan karakter dalam peka belajar.

Additional information

Pengarang

Dr. Sawaluddin, M.A. | Dr. Syahrul Hasibuan, M.Pd. | Dr. Koiy Sahbudin Harahap, M.Pd.I., M.Pd.I. | Dr. Imran Rido, S.H.I

Halaman

264 hlm

Ukuran

15, 5 x 23 cm

0.0/5
0 reviews
0
0
0
0
0

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.