Description
Kita perlu membaca kolom. Agar bacaan kita lengkap. Kalau terlalu banyak membaca artikel opini, pikiran kita akan dikuasai pikiran penulisnya. Soalnya, niat utama penulis artikel opini adalah agar pembaca mengikuti jalan pikirannya.
Ini berbeda dengan penulis kolom. Penulis kolom tidak pernah ingin pembaca kolomnya mengikuti pikirannya. Sebaliknya, dia mendorong mereka untuk berpendapat. Dia hanya menyediakan suasana untuk berpendapat.
Di titik ini, kita tentu bertanya, apa sebenarnya beda artikel dan kolom?
Sekalipun sama-sama mengandung opini penulisnya, artikel opini berbeda dengan kolom. Artikel opini berurusan dengan analisis. Cara penyajiannya cenderung deskriptif. Sedangkan kolom berurusan dengan fakta. Cara penyajiannya cenderung naratif.










There are no reviews yet.