Description
Hasil pendayagunaan sarjana selain melakukan pendampingan, juga diharapkan mampu belajar dan memetik pengalaman berharga dari aktivitas pendampingan yang mereka jalankan sehingga pasca mengikuti program, dapat merintis usaha secara mandiri, sudah memulai embrio usahanya sendiri, memulai fokus pada bakat yang dimiliki dan menggali potensi ekonomi yang ada di sekitarnya, dengan melihat contoh para pengusaha yang terlebih dahulu sukses akan membentuk jiwa kewirausahaan di kalangan para sarjana.
Agar proses pelaksanaan program pendayagunaan sarjana melalui program tenaga kerja sukarela (TKS) dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan dan sasaran yang dikehendaki, maka dibutuhkan peran sarjana sebagai pendamping yang andal sehingga mampu dan terampil dalam membimbing, memotivasi, serta memfasilitasi masyarakat dalam merintis dan mengembangkan usaha mandiri. Selain itu, pasca penugasan, para sarjana diharapkan mampu menciptakan kesempatan kerja bagi dirinya sendiri dan orang lain dengan menjadi wirausaha muda sarjana yang tangguh.
Berdasarkan hal di atas, maka buku ini penting karena membahas faktor keberhasilan seorang TKS dalam menjalankan tugas sebagai pendamping usaha produktif masyarakat dan pencipta lapangan kerja secara mandiri dengan menjadi wirausaha muda sarjana. Dengan demikian, apa yang dituangkan dalam buku ini dapat menjadi alat dan sarana bagi TKS aktif dan purna TKS untuk meniti jalan menuju kesuksesan dalam situasi persaingan dan perubahan zaman yang senantiasa berubah.
Buku ini sangat baik untuk dijadikan bahan referensi, pegangan, dan petunjuk praktis bagi peserta TKS aktif, TKS purna, para guru, dosen, mahasiswa, sarjana baru, pendamping/konsultan pemberdayaan masyarakat, dan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah yang membidangi ketenagakerjaan, pemberdayaan masyarakat, dan kewirausahaan.
PARA PENULIS
Dr. Ir. Kartib Bayu, M.Si., menyelesaikan pendidikan Program Doktor Ekonomi pada Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung. Sejak Tahun 2010 sampai sekarang menjadi Dosen di Sekolah Arsitektur, perencanaan dan pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung (SAPPK ITB) dengan Kelompok Keahlian Sistem dan permodelan Ekonomi, bidang konsentrasi kajian Pengembangan Kewirausahaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan ekonomi digital. Sejak tahun 2010 aktif menjadi Narasumber dalam penyusunan Pedoman Tenaga Kerja Mandiri, Terapan Teknologi Tepat Guna, Pendayagunaan Tenaga Kerja Sukarela dan penyusunan Pedoman Padat Karya Produktif serta menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan teknis, workshop, seminar dan TOT pemandu Wirausaha di Kementerian Ketenagakerjaan RI. Sejak Tahun 2007, menjadi Ketua Yayasan Aliansi Kreativitas Anak Muda Nusantara (Alhikam Nusantara) dan Sejak Tahun 2017 sebagai ketua Pembina Yayasan Pondok Pesanteren Nurul Iman. Melalui kedua Yayasan ini telah banyak membina, mengembangkan dan melakukan pemberdayaan masyarakat dengan menitikberatkan pada aspek kewirausahaan masyarakat. Tahun 2013 sampai sekarang terpilih menjadi Ketua umum Pengurus Pusat Asosiasi pemandu Wirausaha Indonesia dan Tahun 2017 sampai sekarang menjadi wakil ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) DPW Provinsi Jawa Barat.
Bery Komarudzaman, S.H. Sejak Tahun 1985 sampai sekarang meniti karier di Departemen Tenaga kerja dan Transmigrasi yang sekarang berubah menjadi Kementerian Ketenagakerjaan. Tahun 2010 sebagai Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri, Ditjen Binapenta, Kemenakertrans. Tahun 2016 sebagai Kasubdit Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dan pendampingan Direktorat PKK Ditjen Bina Penta Kemnaker. Tahun 2019 melakukan inpassing kepada Jabatan Fungsional Pengantar kerja Madya. Sejak Tahun 2016 banyak memperdalam dan memperjuangkan eksisten program Tenaga kerja Sukarela sebagai pendamping dan sebagai pencipta lapangan kerja secara mandiri sehingga menjadi sosok sarjana wirausaha muda yang handal sebagai upaya untuk mempercepat penanggulangan pengangguran.











There are no reviews yet.