Description
Agama adalah nasihat yang paling esensial dalam kehidupan manusia. Agama adalah hidangan rohani agar tenang dan bahagia sebagaimana jasmani memerlukan makanan agar sehat dan kuat. Salah satu bentuk nasihat agama yang menghunjam dalam dada adalah melalui khutbah. Jemaah antusias menghadiri shalat Jum’at atau Shalat I’ed karena di dalamnya ada siraman rohani yang sangat mereka butuhkan di tengah berbagai persoalan yang mereka hadapi, dan ada perasaan bahagia setelahnya.
Buku yang ada di hadapan pembaca yang budiman ini adalah kumpulan khutbah pilihan yang penulis persiapkan untuk Idul Fitri, Idul Adha, dan khutbah Jum’at yang tema besarnya adalah pesan-pesan takwa untuk kejayaan Islam dan kaum Muslimin sejalan dengan dinamika umat dan bangsa. Karenanya buku ini bukan hanya sebagai bahan khutbah bagi para khatib, tetapi juga bacaan bagi siapa saja yang hendak memenuhi kebutuhan rohaninya yang paling asasi yaitu agama, dan bagi siapa saja yang berikhtiar menapaki jalan ketakwaan.
Takwa adalah puncak tertinggi insan Muslim dan Mukmin, yang setiap saat terus disuarakan oleh para mubalig, khatib, dan ulama. Tantangannya bagaimana agar takwa itu menjadi jiwa, alam pikiran, sikap, dan tindakan aktual sehingga tidak berhenti di pesan ajaran, lisan, dan ujaran. Efektivitas khutbah dalam mendidik masyarakat agar menjadi insan bertakwa sering mendapatkan kritik dari berbagai pihak terutama tentang konten dan metode penyampaiannya. Profesor Tobroni adalah sedikit dari kalangan cendekiawan yang peduli dan berusaha memberikan solusi. Buku antologi khutbah ini sangat kontekstual dengan persoalan yang dihadapi umat dan bangsa Indonesia saat ini dengan menawarkan berbagai tema yang aktual, solutif, transformatif, menyejukkan dan menggembirakan. Indonesia bertakwa adalah Indonesia yang makmur, berukhuwah dan berkemajuan sebagai cita-cita dan sekaligus medan perjuangan kita semua.
Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Keberhasilan Wali Sanga dalam mendakwahkan Islam di seantero Nusantara tidak terlepas dari kecerdasan dan kearifan dalam mengolah isi ajaran Islam diselaraskan dengan konteks budaya masyarakatnya. Islam didakwahkan dengan pendekatan kultural, moral, dan fungsional termasuk melalui seni budaya. Lahirlah kemudian mozaik Islam Nusantara sebagai hasil dari akulturasi antara Islam dengan budaya masyarakat setempat yang semakin memperkaya peradaban Nusantara. Saya menyambut gembira Buku antologi khutbah yang diberi judul Indonesia Bertakwa ini karena kaya nuansa keindonesiaan dan tentu saja kontekstual. Pesan-pesan takwa yang sejuk dan damai namun tetap kritis dan transformatif dinarasikan dengan baik oleh penulisnya.
K.H. Masdar Farid Mas’udi
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) dan Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI)











There are no reviews yet.